Matius 1:18-25
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi...Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,(Matius 1:19-20,24)
Ini bukan cerita mengenai kelahiran Tuhan Yesus tetapi lebih banyak menceritakan mengenai pergumulan Yusuf kerika akan mengambil bagian dalam hidup maria dan sekaligus mengambil bagian dalam sebuah rancangan besar.
Maria lebih dahulu taat dengan segala konsekuensi yang ada di depan, termasuk salah paham dan penolakan dari Yusuf yang pada waktu itu menjadi tunangannya. Bukan perkara yang mudah untuk mengkomunikasikan keadaan yang sangat rumit ini apalagi berhubungan dengan kebudayaan pada waktu itu. Hukuman rajam sudah menanti Maria jika dia ketauan hamil sebelum sah menjadi istri Yusuf, tetapi Maria sudah menyerahkan kepada Tuhan segala yang terjadi, penyerahan total Maria terlihat dalam ucapannya kepada Malaikat Tuhan yang mendatanginya "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."(Lukas 1:38). Dan dalam pergumulan yang besar ini Allah yang bertindak sebagai perencana tidak tinggal diam dan tidak membiarkan Maria kebingungan seorang diri. Mungkin pada waktu itu Maria mengalami kebingungan bagaimana membicarakan perihal ini kepada Yusuf, tetapi Tuhan sangat luar biasa Dia bekerja dengan cara yang tidak terbayangkan dan Dia membuka jalan untuk kesesakan dan pergumulan yang dialami oleh umatNya yang telah menyerahkan diri.
"Allah telah membuat rencana bagi kita maka yakinlah Allah juga telah membuka jalan..lalu apa lagi yang akan kita takutkan?"
Coba lihat..bahkan waktu Yusuf baru mempertimbangkan dan belom memutuskan Allah telah campur tangan disana. Ia memberitahukan apa yang terjadi.
Hebatnya...Yusuf tidak lagi ragu, dia mantap mengambil Maria dan tidak mensia-sia kan tapi mengasihi dan menghormatinya (lihatlah apa yang Firman Tuhan tuliskan tentang sikap Yusuf kepada Maria ay 24-25)
Yusuf percaya bahwa itu adalah perintah Tuhan tanpa bertanya-tanya ataupun meragukannya. ini terjadi karena ada hubungan yang indah dan akrab antara Yusuf dan Tuhan.
renunganku:
dari apa yang kurenungkan aku mendapatkan beberapa hal yaitu:
a. ketika Allah meminta kita untuk melakukan sesuatu maka yakinlah bahwa Allah tidak tinggal diam dan Dia telah menyiapkan jalan bagi kita untuk bisa melakukan rencananya dengan baik..
b. Allah memang menyiapkan rencana dan jalan untuk kita lalui tetapi yang harus kita kerjakan adalah memberikan semua hati kita kepadaNya dan tidak sedikitpun meragukan semua yang Dia berikan kepada kita
c. Belajar percaya dan bersandar total kepada Allah walaupun jalan yg kita lalui tidak semulus dan se enak yang kita pikirkan dan bayangkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar