Ayat Bacaan: Yohanes 11:1-15
“Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.” (Yohanes 11:4)
Secara umum, kita lebih suka mengalami kebaikan Allah yang sesuai dengan keinginan kita. Kita suka jika usaha kita lancar, keuntungan terus mengalir masuk, tubuh sehat, dan kepandaian anak-anak kita di atas rata-rata. Kita senang jika gaji pekerjaan kita tinggi, atau pacaran berjalan mulus. Tapi, kita tidak suka yang sebaliknya. Apabila hal ini benar, maka kita telah keliru menilai Allah. Allah memiliki rencana yang sempurna, yang tidak mungkin salah, sekalipun itu tidak menyenangkan hati kita.
Ketika Lazarus sakit, Tuhan bukan saja tidak segera pergi menyembuhkannya, Dia malah menjauh dari Betania pergi ke Yudea yang berada di bagian barat daya. Maria dan Marta ingin agar Tuhan menyembuhkannya, tapi Ia sepertinya mengabaikannya. Akhirnya, Lazarus meninggal. Kisah ini mengajarkan, bahwa Allah mempunyai rencana yang kadang tidak mampu kita tangkap dengan akal kita yang terbatas, dan yang sebenarnya lebih baik daripada apa yang kita harapkan. Allah ingin melakukan suatu mujizat yang lebih besar daripada sekadar menyembuhkan Lazarus. Jika Lazarus disembuhkan demikian saja, mungkin orang akan berpikir bahwa dia sembuh karena sudah waktunya. Tapi, menghidupkan orang mati ialah hal yang jauh lebih besar dampaknya; orang tidak mungkin dapat menyangkal bahwa itu adalah pekerjaan Allah.
Kisah tersebut mengajarkan kebenaran mendasar; jika Allah berencana untuk melakukan satu pertolongan pada manusia, maka tidak ada hal apapun yang terlalu besar untuk menghalangi kuasa Allah. Maka, bila Allah mengizinkan seseorang mengalami kesulitan dalam hidupnya, itu pasti terjadi karena suatu tujuan tertentu, dan tujuan itu pasti demi kebaikan anak-Nya, karena rancangan Allah atas hidup anak-anak-Nya dapat dipastikan adalah rancangan yang baik (Rm. 8:28). Allah dapat memakai segala sesuatu untuk menyatakan kebaikan-Nya, entah itu melalui pengalaman kelancaran ataupun sebaliknya.
Jika kita tetap tinggal di dalam Tuhan, maka kita akan mengerti apa yang Allah perbuat bagi kita, demi kebaikan kita.
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi tiap orang Kristen agar mereka tidak kecewa dan putus asa ketika Tuhan mengizinkan penderitaan terjadi dalam hidup, tapi sebaliknya, tetap bertekun dalam doa dan hidup menurut firman-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar